Perubahan iklim menjadi tantangan bagi sektor pertanian Indonesia. Musim kemarau yang lebih panjang membuat ketersediaan air semakin terbatas. Oleh karena itu, petani membutuhkan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Benih Padi Varietas Inpago 13 Fortiz Tahan Kekeringan dan Kaya Zinc hadir sebagai salah satu inovasi dari Kementerian Pertanian. Varietas padi gogo ini dikembangkan khusus untuk lahan kering. Selain itu, varietas ini tetap mampu memberikan hasil panen yang optimal.
Inpago 13 Fortiz memiliki potensi hasil hingga 8,11 ton per hektare. Produktivitas tersebut dapat dicapai dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat. Dengan demikian, petani memiliki peluang untuk meningkatkan hasil panen meskipun menghadapi keterbatasan air.
Tidak hanya unggul dari sisi produktivitas, Inpago 13 Fortiz juga memiliki kandungan zinc (Zn) sekitar 34 ppm. Zinc merupakan mineral penting bagi tubuh. Karena itu, varietas ini dapat mendukung penyediaan pangan yang lebih bergizi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kementerian Pertanian terus mendorong penggunaan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Langkah ini bertujuan menjaga produktivitas pertanian nasional. Selain itu, penggunaan benih unggul juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Benih Padi Varietas Inpago 13 Fortiz menjadi pilihan yang tepat untuk budidaya di lahan kering. Varietas ini menggabungkan ketahanan terhadap kekeringan, potensi hasil yang tinggi, serta kandungan zinc yang bermanfaat. Dengan demikian, Inpago 13 Fortiz diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.